Sheva
Contoh roda kehidupan dapat terlihat pada idola saya ini, ketika di Milan keperkasaannya sebagai striker sangat di takuti lawan. Namun kini yang terjadi adalah sebaliknya. Nama besarnya mulai tenggelam karena kurang produktif di Chelsea, bahkan posisi starter pun hilang dari genggaman.
Sempat juga di beritakan bagaimana usaha melakukan latihan tambahan ketika masih di bawah Mourinho, bahkan dengan menyewa pelatih khusus sprint yang di harapkan dapat meningkatkan kembali kecepatan dan ketajamannya.
Ketika semuanya belum mendatangkan hasil yang di harapkan, sheva tetap menambah porsi latihan extranya, entah sampai kapan.
Tentunya kita sebagai mahluk punya masa dan hidup memang seperti roda. Kadang kita di ada di comfort zone dengan semua kenikmatan buah dari sukses yang kita peroleh. Tak jarang pula hidup terasa sangat berat dengan semua kesulitan yang datang silih berganti.
Perjuangan dan dan usaha terus menerus yang jauh dari kesan putus asa yang di tunjukkan Sheva harusnya menjadi pelajaran buat kita. Sesulit apapun badai yang datang menerjang, kita wajib untuk terus berusaha melakukan yang terbaik. Bahkan jika hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan, bukan berhenti namun melakukan usaha yang lebih baik adalah jawaban atas hasil tersebut.
Semoga kita selalu di beri kekuatan untuk menghadapi semua kesulitan yang menghadang langkah kecil kita. Semoga Sheva juga dapat menemukan kembali ketajamannya di Chelsea atau (mungkin) di Milan.

April 18th, 2008 at 9:40 am
Saya pilih, Salvatore Scillaci…Hidup JUVE!!!
May 15th, 2008 at 12:57 am
aminnn, semoga kita selalu tabah kalau sedang ada dibawah…
btw, salam kenal ya mas.